[Jakarta] - Pemerintah melalui Pengelolaan Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
dan Menengah telah mengucurkan dana sebesar Rp 605.097.670.000 selama semester I tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan sektor UMKM di Indonesia.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian KUKM, Choirul Djamhari menjelaskan pembiayaan UMKM harus didorong lebih kencang untuk memperkuat sektor usaha yang jumlahnya mendominasi di Indonesia ini. Menurutnya, perbankan saja tidak mampu menjadi penopang pembiayaan UMKM.
"Regulasi bank sangat ketat. Bank juga memiliki kapasitas yang terbatas. Banyak bank yang menolak permohonan UMKM karena tidak memenuhi persyaratan," kata Choirul saat diwawancarai di IPMI International Business School di Jakarta, Senin (15/6).
Penyaluran dana bergulir dalam beberapa tahun sifatnya fluktuatif. Sepanjang tahun 2014, total penyaluran dana LPDB sebesar Rp 1.153.968.001.560. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding 2013 silam yang mencapai Rp 1.426.845.231.700.
Total dana yang telah disalurkan sendiri mencapai Rp 5.875.829.366.531. Untuk tahun ini, Kementerian KUMKM menganggarkan dana bergulir sebesar Rp 2,35 triliun untuk 174.000 UMKM. Dari dana tersebut, 60% nya atau sekitar Rp 1,41 triliun untuk sektor riil, yang difokuskan untuk program ketahanan pangan, selain itu juga program energi terbarukan, program maritim dan kelautan, serta program pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan 40% sisanya atau Rp 940 miliar, diperuntukkan pendanaan di sektor simpan pinjam.
Sumber: gatra.com/ekonomi-[Ilustrasi Gambar: mm.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2013/06/uang.jpg]







0 comments :