Facebook Twitter Google RSS
Showing posts with label Cerita Keberhasilan Mereka. Show all posts
Showing posts with label Cerita Keberhasilan Mereka. Show all posts

Friday, 31 July 2015

Ingin Menjadi Entrepreneur Yang Lebih Impactful

KopInSaBa PinDaTar     7/31/2015 09:00:00 am  No comments

Diajeng Lestari: Ingin Menjadi Entrepreneur Yang Lebih Impactful


Terinspirasi dari seorang bernama Richard Branson, pemilik brand Virgin ini memiliki sepak terjangnya di dunia bisnis yang bisa dibilang gila. Diajeng Lestari terobesesi dengan sosok Richard karena ia berhasil memulai bisnis dari kecil sampai sekarang menjadi bisnis besar dan impactfull bagi banyak kalangan. Wanita kelahiran Bekasi, 17 Januari 1986 ini ingin untuk ke depannya bersama bisnis yang sekarang ia jalankan dengan brand HijUp.com nya ini dapat menjadi bisnis yang berkembang besar dan impactful bagi banyak kalangan pula.

HijUp.com merupakan e-commerce Islamic fashion pertama di dunia. Dalam waktu satu tahun telah berhasil mencapai 1,5 juta visitor (data per Januari 2013). Jumlah tersebut meliputi pengunjung dari dalam dan luar negeri. Video tutorial hijab yang dipubikasikan lewat channel Youtube pun ditonton lebih dari 8 juta penonton (per Januari 2013). Selama merintis bisnis ini Ajeng banyak mendapat tantangan tidak hanya dari internal melainkan juga eksternal. Saat menawarkan jasa HijUp.com, meyakinkan para calon tenant dengan ide perusahaan yang dibawa tidak lah semudah yang dibayangkan, tak jarang banyak yang mencibir mulai dari nama perusahaan yang dianggap aneh hingga hasil foto yang jelek. Namun, hal itu tidak membuat Ajeng putus asa justru menjadi masukan yang sangat berharga untuk terus mengembangkan perusahaannya. Ajeng pun bercita-cita agar ke depannya HijUp.com dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan brand-brand Islamic Fashion di Indonesia.

Perjalanan karir yang Ajeng alami mulai dari menjadi pekerja kantoran di GTZ tahun 2008 yaitu lembaga pemerintahan Jerman yang bekerja sama dengan Indonesia di bidang pelayanan publik selama setahun, lalu pindah bekerja sebagai marketing research Mars. Sejak di Mars inilah Ajeng banyak belajar tentang bagaimana membuat brand, positioning brand, penerimaan pasar yang baik, membaca pasar, melihat potensi pasar yang ada di Indonesia, dan lain-lain. Tak dipungkiri dirinya cukup bertahan lama bekerja di Mars selama dua tahun. Dan akhirnya, selama setelah dua tahun Ajeng bekerja, dirinya memantapkan untuk resign dan berpikir dirinya harus melakukan sesuatu yang impactful lagi. Setelah keluar dari Mars, Ajeng memutuskan untuk membuat e-commerce HijUp.com ini dengan alasan karena memang dirinya sudah menyukai bidang yang visual. Berdirilah payung HijUp.com pada Agustus 2011, yang kebetulan bisnis yang dijalankannya ini berkolaborasi dengan sang suami Achmad Zaky Syaifudin karena suaminya telah mendirikan perusahaan IT, Suitmedia. Awal berdirinya bisnis yang dijalankan Ajeng baru ada 14 tenant yang sudah bergabung, hingga sekarang sudah ada 70 brand. Jadi, HijUp.com ini sebagai wadah yang menyediakan  sistemnya, platform-nya, customer service yang menghubungi lewat telepon, email, social media, dan lain-lain.   

Terlihat sejak reformasi tahun 1998, akses pertumbuhan internet mulai membaik. Hal ini memberikan impact nyata bagi banyak muslimah yang aktif dan ingin merefleksikan diri dengan lebih kreatif lagi agar mendapatkan tempatnya. Apalagi ditunjang dengan kehadiran media massa yang menyebarkannya. Ketika social media mulai massif tahun 2009, kemudian mulai banyak yang melakukan kegiatan secara online seperti blogging, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya. Hal ini pula menyebabkan informasi mengenai fashion hijab cepat tersebar luas. Sampai akhirnya tahun 2010 terbentuk hijabers community, disinilah terlihat betapa hebatnya impact social media bagi kalangan pebisnis khusunya bisnis HijUp.com milik Diajeng Lestari yang memang memfokuskan melakukan strategi promosi menggunakan media sosial guna menarik minat masyarakat Indonesia.

Wednesday, 15 July 2015

Modal Sinta Permata Sari 500 ribu, untung 20 juta/bulan

KopInSaBa PinDaTar     7/15/2015 02:40:00 am  2 comments

Sinta Permata Sari Memulai Bisnis Dengan Hanya Bermodal 500 Ribu Rupiah, Namun Kini Telah Meraup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan. Apa Rahasianya?

Salah satu bisnis paling berkembang tak hanya di Indonesia, namun juga mendemami kalangan entrepeneur seluruh dunia adalah online business. Sesuai namanya, berjualan melalui media sosial maupun website internet sebagai lapak bisnis tak hanya digandrungi pengimpor, namun juga pegawai swasta, ibu rumah tangga, bahkan pelajar SMA! Jika Anda berfikir anak zaman sekarang tidak bisa apa-apa, bertemulah dengan Sinta Permata Sari. Mahasiswa semester tujuh salah satu universitas di Surabaya yang akrab dipanggil Sinta ini membuktikan bahwa dengan modal 500.000, seragam putih abu-abu, passion, komitmen dan kerja keras, maka omzet 20.000.000 per bulan bukan lagi sesuatu yang mustahil. Berawal dari kesukaannya mengoleksi baju dari SMA, si cantik sagitarius ini berani mencoba kemampuannya berbisnis lewat online shop. Penasaran? Mari terinspirasi oleh passion pemilik Schone and Hazzle yang bersedia diwawancarai secara eksklusif oleh Studentpreneur!


tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha -Jadi, apa sebenarnya yang dilakukan oleh Schone and Hazzle?

Schone and Hazzle, sebuah online shop yang menjual pakaian wanita dan remaja perempuan import dari Bangkok, Hongkong dan Korea ke seluruh Indonesia. Rata-rata menggunakan sistem pre-order dan ready stock.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha -Anda memulai bisnis ketika masih SMA. Bagaimana awal mulanya?

Berawal dari passion. Hobi belanja baju pas SMA lalu terfikir untuk coba punya online shop sendiri menggunakan modal dari nabung uang saku. Sekitar tahun 2010 dengan modal 500.000, Saya menjual pakaian buatan lokal dengan sistem PO (pre-order) karena untuk online shop, sistem PO bisa dibilang lebih menguntungkan dan hanya menyetok barang-barang best seller.

sinta permata sari Mahasiswi Surabaya Raih 20 Juta Per Bulan Dari Bisnis Fashion Online studentpreneur entrepreneur startupMahasiswi Surabaya Raih 20 Juta Per Bulan Dari Bisnis Fashion Online [Studentpreneur]

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Dari hanya menjual produk lokal, lantas apa yang membuat Anda beralih mengimpor produk dari luar negeri?

Awalnya gampang untuk menjual produk produksi Indonesia karena desainnya mirip dengan barang impor. Sayang, kualitas pakaian buatan lokal yang sulit dideteksi dan membuat kostumer kecewa. Mulai dari kancing lepas sampai kualitas kain yang buruk, Saya berani mengimport produk luar negeri dari Bangkok, Hongkong dan Korea demi kualitas pakaian yang lebih bagus.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha –  Sempat kesulitan untuk mengimpor baju dari luar negeri?

Kesulitan paling berat saat kargo ekspedisi terlambat karena Saya harus mengejar waktu yang dijanjikan kepada kostumer dan menebus barang dengan uang yang cukup banyak. Tapi kesulitan selain itu, hampir tidak ada karena Saya sudah punya pelanggan tetap dari SMA.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha -Schone dan Hazzle terus berkembang. Ada tips mengenai cara mendapatkan pelanggan baru?

Lewat endorse artis, mengikuti sistem SFS (Shout-out for Shout-out: dua online shop atau lebih, saling bertukar promosi di akun Instagram mereka agar menarik perhatian dan mengajak kostumer tetap masing-masing untuk berbelanja). Promosi lewat media sosial seperti fanpage Facebook, Line, Twitter, Instagram dan mengikuti event-event bazaar atau pameran yang sesuai dengan target market Kami. Untuk bazaar, kurang lebih kami sudah ikut enam sampai tujuh kali di Surabaya dan Malang. Tapi untuk pengiriman barang sudah sampai ke seluruh Indonesia.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Pernah menghadapi pelanggan yang sangat menyebalkan?

Ada pelanggan menyebalkan yang sering hit and run. Mereka pesan tanpa down payment atau uang muka lalu tiba-tiba menghilang. Tapi sejauh ini untungnya belum ada yang sampai melakukan penipuan. Sedangkan strategi, ya sabar saat behadapan dengan pelanggan yang agak cerewet dan memberikan potongan harga atau promo agar dia menjadi pelanggan tetap Schone and Hazzle.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Berapa omzet Schone and Hazzle setiap bulannya?

Saat ini minimal 20.000.000 per bulan. Sangat berbeda dari modal awal yang dulu cuma 500.000 hasil mengumpulkan uang saku. Sekarang, jika permintaan pelanggan sedang banyak-banyaknya seperti trend celana high-weist kemarin, omzet bisa mencapai 50.000.000.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Lalu apa project selanjutnya untuk mengembangkan bisnis Anda?

Untuk Schone and Hazzle, sekarang terpikir untuk nggak hanya mengimpor dari Asia saja, tapi juga dari Dubai karena kualitas produknya yang bagus-bagus tapi terkendala di harga yang bisa dibilang lumayan mahal. Lalu ada project kedua, yaitu bermitra bersama teman-teman membuat brand baju sendiri. Berawal dari keinginan memiliki merek sendiri yang berkualitas bagus. Kami mengambil bahan-bahan terbaik dari Indonesia seperi Bandung dan Malang, serta luar negeri seperti Bangkok dan Hongkong untuk didesain oleh desainer kami. Saat ini sudah jalan satu season dan diperuntukkan untuk pecinta fashion kelas menengah keatas.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha — Sinta kan masih kuliah. Bagaimana cara Anda mengatur waktu antara mengurus bisnis dan kuliah?

Untuk brand, karena bermitra dengan empat orang dan semuanya berbeda-beda universitas, Kami mengurus bergantian. Terutama karena Kami semua punya passsion yang sama di bidang fashion. Untuk online shop, Saya mengatasinya bersama pegawai online shop Saya sendiri. Sedangkan kuliah, beberapa kali titip absen dan bolos kelas tapi syukurlah IPK Saya selalu 3 keatas.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha –  Sempat ada ketakutan saat memutuskan menjadi seorang entrepeneur dibidang fashion?

Ketakutan itu pasti. Tapi karena hobi, tidak ada yang perlu ditakutkan.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Untuk pembaca yang ingin memulai online shop, ada saran yang bisa dibagi?

Keinginan itu nomor sekian. Mulailah bisnis sesuai passion Anda. Kalau bisnis dimulai dengan passion, kesukaan dan hobi, semuanya akan berjalan lancar-lancar saja. Karena semua pekerjaan harus dikerjakan dengan senang hati. Susah untuk bertahan di satu pekerjaan kalau bukan itu bukan passion Anda.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Dalam lima tahun kedepan, apa yang Anda harapkan dari Schone and Hazzle?

Menjadi jauh lebih besar dan berkembang. Memiliki toko offline dan juga gudang.

tips cara pengusaha bisnis online shop sukses memulai usaha – Apa cita-cita seorang Sinta Permata Sari sekarang?

Saya bisa menjalankan banyak bisnis di bidang fashion dengan meningkatkan dan memperbesar omzet khusus fashion import. Lalu membuat brand Schone and Hazzle dengan kualitas premium bersama beberapa teman dan mulai belajar berkarir sebagai designer atau fashionpreneur dalam beberapa tahun. Apabila ternyata bidang ini tidak cocok, saya akan mencoba berbisnis di bidang  lain tentunya.

sumber: yahoo.com

Tuesday, 7 July 2015

Gazan 19 Tahun Beromzet 300 Juta Jual Keripik Pisang

KopInSaBa PinDaTar     7/07/2015 02:26:00 am  No comments

Wow! Umur 19 Tahun Sudah Beromzet Lebih dari 300 Juta!

Jangan terkejut jika seorang anak berumur 19 tahun sudah memiliki omzet lebih dari 300 juta.

Anak tersebut adalah Gazan Azka, masih berumur 19 tahun, owner dari ZANANA chips. ZANANA chips adalah keripik pisang yang memiliki aneka varian rasa yang mulai berdiri sejak 28 November 2013.

Awalnya, pada umur 16 tahun (kelas 2 SMA), Gazan pernah ditanya oleh ibu dari temannya jika nanti sudah tamat mau kerja menjadi apa?

Dengan lugunya Gazan waktu itu menjawab ingin menjadi artis. Ya, karena artis itu enak, terkenal, dan duitnya banyak.

Tetapi semua berubah saat ibu dari temannya tersebut memberikan 2 buku kepada Gazan. Buku tersebut adalah The Law of Attraction (karangan Michael J. Losier) dan Rich Dad Poor Dad (Karangan Robert T. Kiyosaki).

Selesai membaca kedua buku tersebut, Gazan langsung bercerita kepada Ibu temannya tersebut, “Bu.. Gazan kalau gede mau menjadi pengusaha aja.”

Tetapi rupanya setelah membaca kedua buku tersebut, Gazan semakin tertarik akan dunia wirausaha. Akhirnya waktu itu Gazan mengikuti acara gathering dari @BisnisAnakMuda yang seharga 35ribu rupiah tetapi biaya perjalanan hampir 500ribu rupiah.

Di acara tersebut, Gazan bertemu dengan Young Entrepreneur Academy. Di sana juga akhirnya Gazan bertemu sebuah buku yang langsung mengubah hidupnya waktu itu, The Power of Kepepet (karangan Jaya Setiabudi).

Sepulang dari Bandung dan menyelesaikan buku The Power of Kepepet, Gazan kembali bertemu dengan ibu temannya tersebut dan mengatakan, “Bu.. Gazan BESOK mau jadi pengusaha aja.”

20 hari kemudian, lahirlah bisnis pertama Gazan bersama temannya yang bernama Ayam Razet. Tiga bulan pertama dengan bahagia Gazan mendapatkan omzet yang bagus. Tetapi karena dengan modal “motivasi” dan tanpa ilmu bisnis, akhirnya bisnisnya tersebut berhasil bangkrut pada umur 13 bulan. Dengan catatan Gazan mulai nombok dibisnis tersebut mulai dari bulan ke-4 sampai akhirnya tutup.

Sebelum bisnisnya ditutup pada bulan ke-11 Ayam Razet berdiri, Gazan mengikuti Juragan Forum (gratis) bersama mas Jaya. Saat itu mas Jaya hanya menyarankan Gazan untuk menyuntik mati Ayam Razet-nya. Tetapi yah masih dipertahankan sampai bulan ke-13 dan akhirnya tutup selamanya.

Selama bisnisnya bangkrut, akhirnya Gazan belajar ilmu bisnis dari Entrepreneur Camp dan YEA VIRTUAL.

Setelah 3 bulan, lahirlah sebuah bisnis baru dari Gazan bersama temannya. Roti Risol, nama bisnis Gazan yang kedua. Kali ini Gazan memilih untuk bekerjasama dengan seorang koki yang membuatkan resep bisnisnya.

Luar biasanya dalam 45 hari, Roti Risol sudah memiliki 3 cabang. Tetapi disaat yang sama juga, kokinya Roti Risol pamit dari bisnis Gazan.

Dan… Bisnis ke-2 pun berhasil ditutup dalam waktu 45 hari saja.

Saat bangkrut tersebut, Gazan sempat terlintas dalam pikiran kalau dia sedang kangen dengan keripik pisang Lampung. Mengingat ajaran mas Jaya, akhirnya Gazan pun melakukan test market mulai dari teman-temannya. Ternyata hasil dari survei kecil-kecilan tersebut membuktikan bahwa ada permintaan terhadap keripik pisang tetapi tidak ada yang mem-supply.

Mengingat buku Rangga Umara yang dulunya berjuang dalam membuat lele dan Top yang dulu berjuang dalam membuat rumput laut, akhirnya Gazan memutuskan untuk membuat keripik pisang.

Dengan modal 50ribu, Gazan membeli keripik pisang dan dia beri rasa sendiri. DENGAN MODAL 50 RIBU.

Percobaan pertama belum berhasil secara produk, tetapi Gazan banyak mendapatkan masukan untuk produknya tersebut. Akhirnya dengan bantuan modal dari tante Gazan, Gazan membeli bahan baku dan peralatan untuk bisnis keripik pisangnya.

Segala jerih payah Gazan lakukan untuk mendapatkan produk yang “pasar” inginkan dan akhirnya pada tanggal 28 November 2013, Gazan merilis bisnis barunya yang tanpa nama.

Pada Desember 2013, orderan mulai berdatangan ke Gazan.

Akhirnya sekitar awal Januari 2014, nama ZANANA pun lahir dengan insipirasi dari nama GAZAN dan BANANA yang dikombinasikan.

Enam bulan kemudian, Gazan pun berhasil merekrut 50 reseller. Tetapi ada yang aneh, pada bulan ke-8 bisnisnya (sekitar Juli 2014) penjualan ZANANA menurun.

Setelah bertemu dengan beberapa teman akhirnya diduga sedikit masalah yaitu pada harga. Saat itu ZANANA masih seharga 25ribu, dengan dugaan harga yang cukup tinggi untuk target marketnya. Akhirnya harga dari 25ribu diturunkan menjadi 20ribu, ZANANA pun kembali naik.

Gazan sendiri mendapatkan 100 juta pertama di ZANANA pada bulan DESEMBER 2014, yang berarti  bisnisnya baru berumur 1 tahun 1 bulan.

Saat ini omzet ZANANA sudah lebih dari 300 juta.

Ingin belajar bersama Gazan? Gazan akan cerita semuanya di Kopdar Akbar Yukbisnis Lembang, Oktober nanti.

DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA
Sumber: hot.yukbisnis.com/gazan-anak-19-tahun-beromzet-lebih-dari-300-juta

Monday, 29 June 2015

Sukses di usia muda Belajar Main Air

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 08:23:00 am  No comments
Mencapai kesuksesan di usia muda adalah harapan setiap para remaja. Bukan sesuatu yang mustahil direalisasikan, ketika diimbangi dengan plan dan activity yang disiplin. Namun kesuksesan di usia muda, akan jauh dari target yang diharapkan, ketika seseorang masih dengan santai berada dalam zona nyaman kehidupan. Berpikir out of the box akan membuat pemuda sukses melahirkan berbagai inovasi dan karya.

Seperti yang dilakukan, Gerardus Michael, remaja berusia 21 tahun, yang keluar dari zona nyamannya, dengan memberanikan diri membuka bisnis air minum dalam kemasan.


“Bisnis air minum dalam kemasan ini kita melihat sedang booming, akhirnya kita punya resources yang pas dan kita buka,” ujar Gerardus Michael, dikutip dari detikFinance. Gerardus yang kini berstatus Mahasiswa tingkat akhir Universitas Prasetya Mulya ini mengungkapkan, air minum yang diproduksinya aman dan sehat.

“Tingkat keasaman sudah sesuai dengan standar mineral water. Pastinya sehat, karena air ini langsung dari mata air yang ada di Bogor. Iya, kita bekerja sama dengan dengan perusahaan air minum lokal,” tambahnya.

Berserta keempat temannya, Gerardus Michael memilih “Oz” sebagai merek dagang dari air minum kemasannya. Dalam satu hari, pabrik air minumnya mampu menghasilkan 5.000 botol sedang, dan 600-700 galon air kemasan.

Untuk saat ini, Gerardus Michael masih menjual air kemasan dalam dua varian. Botol tanggung 600ml, dan kemasan galon. Dalam urusan standarisasi produk (SNI) produknya belum memiliki label SNI, sehingga pemasaran produk air minum kemasannya terbatas.

“Respons pasar positif. Omzetnya masih sedikit baru jalan 3 minggu. Pasarnya masih base on cafe sama masuk ke tempat fitnes di daerah Tangerang, dan ada juga yang sudah mulai masuk ke Kemang. ” katanya.

Saat ditanyakan berapa modal awal yang ia dan rekannya keluarkan dalam memulai bisnis ini, Gerardus Michael menjawabnya di kisaran Rp 700-900 juta. Tertarik bermain di indutri air minum kemasan? Mungkin pemuda 21 tahun ini bisa menjadi salah satu inspirasi.



Sumber: tangandiatas.com/belajar-main-air-bersama-pemuda-21-tahun | PIC-Belajar-Main-Air-Bersama-Pemuda-21-Tahun-from-detikfinance-Copy-300x225.jpg

Hj. Farida Leader Kelompok Masyarakat Khatulistiwa

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 04:44:00 am  No comments

[Pontianak] - Kelompok Masyarakat Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kal-Bar) kembali menunjukkan eksistensi dan komitmennya sebagai lembaga yang diberi kepercayaan oleh masyarakat setempat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Untuk kesekian kalinya, Kelompok Masyarakat Khatulistiwa melalui Unit Kemitraan Pengelola Keuangan menggelontorkan dana bergulir kepada Kelompok Masyarakat dengan modal awal dana bergulir dari tahun 2009 sebesar Rp. 100.000.000,- dimana sampai pada tahun 2014 ini perguliran dana tersebut berhasil menjaga tingkat pengembalian dari Kelompok Masyarakat sebesar 100%.

Manajer Leader Kelompok Masyarakat Khatulistiwa Hj. Farida mengatakan, “Jumlah anggota Kelompok Masyarakat penerima manfaat di Kelurahan Siantan Tengah sampai saat ini sudah mencapai 40 kelompok. “Semuanya telah mendapat bantuan berupa dana bergulir, jelasnya.

Kucuran awal dana sebesar Rp 100.000.000,- itu diberikan kepada Manajer Leader Kelompok Masyarakat yang betul-betul memenuhi persyaratan. Dalam menentukan Leader Kelompok Masyarakat yang berhak mendapatkan kucuran dana, Perjalanan Proposal dilakukan verifikasi secara berjenjang dan sangat ketat. Tim verifikasi juga melibatkan berbagai unsur sesuai tupoksinya masing-masing, diantaranya adalah unsur, fasilitator bahkan juga melibatkan aparat kelurahan.

Dari hasil verifikasi proposal, tidak semua Kelompok Masyarakat dapat mengakses dana bergulir. Ini karena adanya beberapa aspek yang tidak terpenuhi, seperti tidak layak dari sisi aspek usaha, dan sebagainya. Namun demikian, tidak berarti bahwa anggota Kelompok Masyarakat yang tidak lolos verifikasi akan tertutup sama sekali dari peluang untuk mengakses dana, melainkan akan tetap diberikan peluang dan kesempatan dengan diberikan pendampingan terlebih dahulu untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan dalam prosesnya.

Salah satu faktor yang menjadikan suksesnya tingkat pengembalian dan perguliran dana ekonomi ini adalah kepedulian dan perhatian dari semua unsur melalui penguatan dan pendampingan yang diberikan oleh fasilitator bersama Aparat Kelurahan kepada anggota Kelompok Masyarakat.

Pada tahun 2012-2013 kelurahan Siantan Tengah mendapat penambahan modal dana bergulir melalui program sebesar 100 juta rupiah dimana Kelompok Masyarakat yang mendapatkan tambahan modal berupa dana tersebut adalah Kelompok Masyarakat yang sebelumnya telah mengakses program dana bergulir dan usahanya berjalan baik dan sehat serta sudah diverifikasi fasilitator.

Program dana bergulir ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya masyarakat miskin yang berniat meningkatkan usahanya. Dari 40 Kelompok Masyarakat, atau sekitar 185 orang peminjam aktif, hingga kini adalah warga yang tercantum dalam program atau daftar KK Miskin. Dari data yang tercatat, telah terdapat 25 peminjam baru dari hasil perguliran dan  selebihnya adalah peminjam yang sudah memasuki pinjaman ke-2 dan ke-3 bahkan terdapat 5 Group Kelompok Masyarakat yang telah memasuki pinjaman ke-4. Untuk pinjaman yang ke-4 atau lebih dengan Track record pengembalian yang baik direkomendasikan untuk mengakses program lebih lanjut dimana pinjaman yang diberikan kepada masing-masing kelompok sebesar Rp. 25.000.000.- dengan jenis usaha yang bervariasi di antaranya adalah pedagang, petani, nelayan dan jenis kewirausahaan lainnya.

Hingga tahun 2014 ini, dari hasil perguliran Kelompok Masyarakat Khatulistiwa telah mengelola ekonomi bergulir (ekolir) dengan nilai asset mencapai total sebesar Rp 315.000.000,- terdiri dari dana bantuan berbagai program dan jasa perguliran yang disalurkan kembali ke masyarakat miskin melalui Leader Kelompok Masyarakat.

Repayment Rate (RR) atau tingkat pengembalian di Kelurahan ini selalu menunjukkan tren positif, mencapai 100%. Sedangkan indikator atau tolok ukur kinerja keuangan yang lain, seperti Loan At Risk (LAR) atau peminjam bermasalah, Portfolio At Risk (PAR) atau pinjaman bermasalah, Cost Coverage (CCr) atau tingkat kemampuan pembiayaan, Return On Investment (ROI) atau kemampuan menghasilkan laba, setiap bulannya menunjukkan tren positif. Begitu pula keterlibatan warga miskin dan perempuan.

Dengan pencapaian kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa para peminjam yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat dinilai dapat mengelola dana dengan baik. rekam jejak (track record) Kelompok Masyarakat peminjam yang dinilai baik tersebut menjadikan pengelola program tidak ragu untuk memberikan tambahan modal kepada kelompok-kelompok yang masih membutuhkan penambahan modal untuk pengembangan usahanya.

Manfaat yang dirasakan oleh penerima manfaat dengan adanya program dana bergulir ini dinilai sangat membantu kelompok usaha kecil masyarakat kelurahan Siantan Tengah, hal ini terbukti dimana Kelompok yang menjadi binaan pengelola program Kelompok Masyarakat Khatulistiwa dapat mempromosikan produk-produk industri rumah tangga baik dalam lingkup kelurahan maupun lintas kelurahan bahkan kota. Salah satu upaya untuk memasarkan produk mereka adalah melalui pameran-pameran yang difasilitasi keikutsertaannya oleh pengelola program kelurahan Siantan Tengah dalam pameran yang dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Salah satu leader kelompok dengan jenis usaha Aneka Kue Kelompok Masyarakat Anggrek Bu Hamidah mengatakan sangat bersyukur dengan adanya dana bergulir semacam ini karena akses pinjaman seperti ini diakui sangat membantu warga miskin mengakses modal usaha guna mengembangkan usaha mereka.

 “Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari orang yang bisa mendapat bantuan dana dari unit pengelola program yang kita bentuk bersama-sama melalui program ini. Persyaratannya tidak bertele-tele, sederhana tapi yang diperlukan adalah modal kepercayaan karena kalau tidak dikembalikan, kita sendiri yang akan malu,” kata Bu Hamdah.

Kelompok Masyarakat Anggrek sendiri saat ini sudah mendapat pinjaman keempat dan termasuk salah Satu Kelompok Masyarakat yang “naik Kelas” dengan memanfaatkan Program Pinjaman, hasil produksinya juga berkembang tidak hanya didistribusikan kepada tetangga atau langganan sekitar lokasi usahanya tapi juga sudah berkembang dan merambah sampai ke kelurahan lain. Kelompok Masyarakat Anggrek merupakan salah satu dari sekian jumlah kelompok binaan Kelompok Masyarakat Khatulistiwa yang merasakan manfaat dari dana bergulir. Kelompok ini mampu mendongkrak produktivitas usaha pengolahan Aneka Kuenya. Awalnya Kelompok Masyarakat Anggrek hanya melibatkan empat orang dalam aktivitas usahanya, namun setelah mendapat dukungan pendanaan dan pembinaan dari leder pengelola program, dibantu oleh fasilitator program tersebut sudah mempekerjakan delapan orang ibu rumah tangga dan berhasil menjadi alternatif meningkatkan perekonomian keluarga.

Tidak dapat dipungkiri, kinerja Kelompok Masyarakat Khatulistiwa memang sangat baik. Selain partisipasi masyarakat tinggi, pemerintah setempat juga memberikan dukungan penuh, dengan turut menjaga dan mengawasi perjalanan program ini. Sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan masyarakatnya selama ini melalui program dan bergulir.

Dalam kesempatannya pula, Manager dan Leader Pengelola Program menambahkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pendampingan yang diberikan oleh konsultan baik dari tingkatan Fasilitatar, Motivator, Konssultan serta aparat pemerintah yang turut peduli dalam pelaksanaan program ini. Semoga program ini terus berlanjut hingga kesejahteraan dapat seluas-luasnya dimiliki oleh warga bangsa ini. Amin.

Sumber di sampaikan oleh Fasilitator Ajang dan penjelasan-penjelasan dari anggota Kelompok Masyarakat yang di binanya.

Pak Saleh Berusia 40 Tahun Pengumpul Ikan Susu Kecil

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 03:43:00 am  No comments

Pak Saleh yang berusia 40 tahun adalah seorang suami dan ayah lima anak, yang mana tiga di antaranya telah menikah dan satu anak di SMP dengan anaknya yang kelima, lulusan SMP, yang tidak sekolah lagi.  Pak Saleh adalah seorang nelayan dan untuk bertahun tahun, dia menambahkan pendapatannya mengumpulkan ikan susu kecil [dikenal penduduk setempat sebagai nener bandeng] untuk dijual kepada operator setempat untuk peternakan ikan.

Pak Saleh menghasilkan pendapatan kotor antara Rp. 120,000 dan Rp. 300,000/hari dari usaha nelayannya, tapi itu bersifat musiman, dan juga berfluktuasi dengan hebat dengan kondisi iklim yang kuat.

Dalam rangka untuk mencari kestabilan, Pak Soleh menjadi anggota dari Kelompok Para Petani Rumput Laut Mujur dua tahun yang lalu. Mujur terdiri dari 25 anggota, tiap anggota menanggung Rp. 1 juta hingga Rp. 3.5 juta dari Koperasi. 

Setiap anggota mendukung satu sama lain untuk menanam dan menjaga hasil panen rumput laut mereka. Lalu, tidak ada anggota yang menyebabkan biaya kerja.

Anak laki laki Pak Saleh, yang tidak bersekolah lagi dan istrinya membantunya dengan perkebunan rumput laut, yang menambah pendapatan keluarga dan memberikan kestabilan.

Pak Saleh sangat bersyukur kepada Koperasi karena mereka telah mendukungnya meskipun perputaran dan tahap makan dan kelaparan tidak dapat diperkirakan untuk keduanya, baik usaha nelayan dan rumput lautnya yang berkejaran.  Meskipun pendapatannya berfluktuasi cukup besar dari waktu ke waktu, dia telah mampu membangun sejarah kredit yang aman dengan Koperasi, di mana dia dipertimbangkan sebagai salah satu pelanggan terbaik mereka. Sejauh ini menunjukkan tingkat kematangan tertentu dengan Lembaga Keuangan Mikro, menerima apa yang dipertimbangkan peminjaman beresiko tinggi untuk peminjam tradisional, tapi kegiatan yang jauh lebih menyenangkan untuk Lembaga Keuangan Mikro setempat, yang mana dimiliki dan dikelola oleh orang orang yang berdampingan dengan pekerja keras seperti Pak Saleh.

Sumber: depkop.go.id/cipsed.com/cerita

Ibu Fitri Dwianti Seorang Istri Petani Padi Pembuat Kue Tradisional

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 03:34:00 am  No comments

Ibu Fitri Dwianti seorang istri petani padi berusia 30 tahun, tidak memiliki anak. Dia membuat kue tradisional dari sebuah bakery di rumah kayu tradisional Sulawesi milik ibunya, di mana dia tinggal bersama suaminya.

Usaha Ibu Fitri adalah usaha keluarga, pada mulanya dimulai oleh ibunya 20 tahun yang lalu. Sebelum pinjamannya dari Koperasi, dia memiliki dua kompor. Sekarang dia memiliki delapan.  Usaha ini memberikan pekerjaan untuk Ibu Fitri, ibunya, 2 kakak perempuannya, dan 2 tetangganya.

Kelima macam kue tradisional tersebut dijual di pasar tradisional di area Jeneponto.  Penghasilan kotor untuk satu putaran produksi rata rata Rp.1,000,000.


Peningkatan yang dirasakan dalam usahanya sejak meminjam Rp.1,000,000. dari Koperasi telah menciptakan perasaan aman yang sangat kuat dan telah menciptakan kesempatan kerja untuk para tetangga, yang mana berfluktuasi dengan adanya pesanan, tetapi pekerjaan yang sebentar sebentar seperti ini biasanya lebih menarik bagi kaum perempuan di pedesaan. Pada kondisi normal, dia mempekerjakan dua tetangganya yang dibayar langsung Rp. 10,000 per hari  dan memberikan makanan untuk mereka dan keluarga mereka. Selama waktu puncak puncaknya, Ibu Fitri dapat mempekerjakan lagi hingga lima orang tetangga. Pinjaman dari Koperasi digunakan untuk membeli tepung dan persediaan memasak.

Selain Koperasi, Ibu Fitri juga berhubungan dengan sebuah bank setempat, BRI; bagaimanapun juga, dia mengatakan bahwa lebih mudah dan lebih cepat untuk berhubungan dengan Koperasi. Lalu, dia berharap untuk mengembangkan pinjamannya dengan Lembaga Keuangan Mikro, sementara membangun kepercayaan kredit yang kuat baik dengan BRI, dan juga Lembaga Keuangan Mikro.

Sebagai tambahan, selain mendukung keluarganya, Ibu Fitri juga mampu untuk membiayai sekolah untuk kedua saudara laki lakinya di ketentaraan, yang berbasis di Maros.

Sumber: depkop.go.id/cipsed.com/cerita

Ibu Kasbi Berusia 19 Tahun Penjual Sayuran Segar

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 03:27:00 am  No comments

Ibu Kasbi berusia 19 tahun dan seorang ibu yang telah menikah dengan dua orang anak kecil. Ibu Kasbi memiliki sebuah warung eceran yang menjual sayuran segar.

Dia tidak memiliki kiosnya sendiri, tapi menempati sebuah celah di samping sebuah kios di pasar tradisional. Dia memulai usahanya 2 tahun yang lalu, setelah anak pertamanya lahir, untuk memberikan tambahan yang diperlukan untuk penghasilan keluarganya.

Sebelum mendapat pinjaman, keuntungannya rata rata hanya Rp. 20,000/hari, berdasarkan penghasilan kotornya per hari kira kira Rp. 80,000.


Dia menetapkan bahwa keperluannya yang nyata kira kira Rp. 500,000 untuk modal kerja, untuk membeli sayuran segar setiap hari.

Dia telah menjalin hubungan jangka panjang dengan Koperasi, dengan pinjaman yang lebih kecil di masa lalu.  Dia mendapat pinjaman awal sebesar Rp. 400,000, tapi sekarang adalah pinjaman Rp. 500,000 yang keempat.  Semua uangnya digunakan untuk membeli sayuran segar setiap hari – apa yang dapat dibelinya, dapat dia jual di warungnya.

Dengan menggunakan metode pembayaran kembali mingguan, dia mampu melakukan pembayaran pinjamannya dengan memuaskan. Pinjaman didapat dari Koperasi tanpa jaminan.  Bersama dengan suaminya, yang seorang petani, sekarang dia menikmati volume usaha yang berkembang dan berharap untuk menjaganya pada tingkatan tersebut dengan membangun sebuah penilaian kredit yang dapat diandalkan dengan Lembaga Keuangan Mikro.

Sumber: depkop.go.id/cipsed.com/cerita

Ibu Tati Bekerja Keras Menghidupi Keluarganya

KopInSaBa PinDaTar     6/29/2015 03:16:00 am  No comments

Ibu Tati, seorang istri berusia 35 tahun, dan ibu dari dari tiga orang anak yang masih sangat kecil. Pada saat ini, dengan sang suami yang tidak bekerja, dia merupakan satu satunya sumber pendapatan untuk menopang rumah tangganya:
Canada Indonesia Private Sector Enterprise Development [CIPSED] Project
Dia telah melakukan usaha menjahit baju selama 10 tahun terakhir ini di Pasar Karisa [sebuah pasar tradisional di Jeneponto].

Keuntungannya per hari rata rata Rp. 50,000, tapi selama hari libur dan acara acara khusus seperti pernikahan, dia dapat mendapatkan tiga kali lipat hingga Rp. 150,000/hari.  Pesanannya rata rata 3 potong/hari.

Akhir akhir ini, dengan pinjaman modal kerja sebesar Rp. 500,000 [tanpa jaminan] dari Koperasi, dia telah menambah inventarisnya dan meningkatkan produksinya dalam jumlah yang berarti. Sebelum menerima pinjaman ini, dia harus menggunakan tabungannya, karena dia tidak memiliki jaminan [atau akta rumahnya] untuk melakukan pendekatan kepada peminjam tradisional. Situasi ini secara efektif menghalangi potensi apapun bagi usahanya untuk berkembang. Dengan pinjaman dari Koperasi, Ibu Tati telah dapat membeli persediaan tanpa perlu pembayaran di muka dari para pemesan – sesuatu yang dilakukan untuk menghalangi pembuatan pesanan.

Produksinya yang meningkat dan perasaan aman telah memungkinkannya untuk mendorong kontribusinya untuk keberadaan keluarganya, termasuk mampu untuk menyekolahkan anak anaknya sementara suaminya mencari pekerjaan.

Sumber: depkop.go.id/cipsed.com/cerita

Monday, 25 May 2015

Tekad dan Idealisme Kunci Penting Merintis Bisnis Baru

KopInSaBa PinDaTar     5/25/2015 09:00:00 am  No comments

Anita, Nina dan Githa Moran : Tekad dan Idealisme Kunci Penting Merintis Bisnis Baru


Anita, Nina dan Githa Moran, perempuan dibalik suksesnya Gogirl! mengatakan bahwa remaja Indonesia butuh informasi yang akurat dan berkualitas yang berkenaan dengan isu-isu kaum remaja saat ini. Dengan modal tekad dan idealisme, ketiga perempuan ini bisa menciptakan majalah remaja. Tidak mudah dalam membangun bisnis di bidang majalah. Apalagi menciptakan sebuah majalah harus mengikuti keinginan konsumen. Anita, Nina dan Githa bisa mewujudkan ide tersebut. Modal tekad dan idealisme mereka yang kuat menghasilkan bisnis mereka sukses. Untuk menjalankan bisnis ini, Anita dibantu oleh kakaknya, Nina Moran sebagai Business Director, dan adiknya, Githa Moran sebagai Fashion Editor.

Awal menjalankan bisnis, ketiga bersaudara pun menghadapi banyak kendala, seperti sulitnya mendapatkan pinjaman dari bank karena mereka masih terlalu muda, hal dalam dunia jurnalistik yang masih harus di pahami dan diperdalam karena mereka tidak memiliki background jurnalis, sampai dengan keraguan orang-orang di sekitarnya akan bisnisnya ini.

Namun dengan keinginan dan keyakinan yang besar serta keberaniannya mengambil resiko, membuatnya terus melanjutkan niatnya hingga semua ini berhasil.

Salah satu tips dari ketiga bersaudara ini adalah “Memahami konsumen” , sampai saat ini mereka terus mencoba memahami pasar, seperti menyempatkan diri membaca email dari para pembaca untuk mendapatkan masukan bagi isi majalah mereka.

Gogirl! Magazine merupakan majalah remaja khususnya remaja putri yang terbit di Indonesia. Majalah ini diminati oleh kaum remaja putri. Konten isi majalah yang sangat remaja sekali membuat majalah ini laris manis di pasar majalah remaja di Indonesia.  Salah satu dibalik suksesnya majalah Gogirl! yakni digawangi oleh tiga perempuan bersaudar yaitu Anita Moran, Nina Moran dan Githa Moran. Ketiga bersaudara ini memutuskan untuk terjun ke dalam pasar majalah dan mencoba peruntungannya di pasar tersebut. Setelah dipasarkan pertama kali pada Februari 2005, respon kaum remaja sangat positif terhadap Gogirl!. “saya melihat celah kosong tersebut dengan memahami bahwa kaum remaja butuh sebuah informasi yang akurat dan berkualitas yang berhubungan dengan isu kaum remaja itu sendiri. Seperti tips dandan yang baik seperti apa, cara berpakaian sesuai dengan umur kaum remaja 13-16 tahun seperti apa.

Hal-hal tersebut harus dipikirkan juga. Konten majalah, bagaimana bisnis ini akan melangkah, persiapan modal, langkah-langkah yang harus diambil dalam merintis bisnis baru merupakan kunci agar Gogirl! bisa diterima oleh kaum remaja,” ucap Anita.

Monday, 11 May 2015

Wanita tangguh di balik brand Zoya dan Shafira

KopInSaBa PinDaTar     5/11/2015 09:00:00 am  No comments

Fenny Mustafa, Wanita tangguh di balik brand Zoya dan Shafira


Kamu pasti pernah mendengar brand busana muslim dengan nama Shafira atau Zoya, nah Feny Mustafa adalah sosok wanita  yang mendirikan serta membangun citra brand Shafira dan Zoya sampai sebesar sekarang.

Feny mengawali bisni dari bawah, awalnya karena Feny memulai bisnis sebelum menikah, ia mengumpulkan modal dari meminjam kepada temn, sahabat dan juga orang-orang terdekatnya termasuk keluarga. Sembari mengumpulkan modal, sebelumnya Feny juga telah mempersiapkan atau membangun networking dulu dan juga selalu menjaga keprcayaan serta membantu orang-orang disekitarnya

\"Jadi saat saya  bilang butuh modal usaha, teman-teman rela membantu meski mereka juga masih meminjam ke orang tua mereka. Tapi karena awalnya memang sudah kenal dan percaya saya, jadi mudah dapatnya walaupun hanya Rp 200 ribu, Rp 1 juta sampai akhirnya terkumpul Rp 12 juta,\" katanya. 

Hasil dari pinjaman modal langsung digunakan oleh Feny untuk membuka toko, dengan ketekunannya selama 25 tahun membangun bisnis menjadikan brand Shafira menjadi salah satu brand busana yang cukup dikenal dikalangan pencinta busana muslimah.

Feny yang memiliki keperibadian supel sangat meyakini bahwa networking merupakan pondasi bisnis yang paling penting, hubungan akrab dengan teman, keluarga dan koleganya lah yang membantu keberhasilan bisnisnya hingga sekarang ini.

Bagi Feny keterbukaan manajemen juga menjadi kiat penting dalam menjalankan bisnis karena tidak mudah untuk menjaga kepercayaan, sedikit kesalahan kecil bisa membuat kepercayaan hilang.

Ditangan dingin Feny Mustafa sebagai founder, membawa Shafira melebarkan sayapnya dengan 24 gerai yang tersebar diindonesia ditambah Feny juga mengelola brand Zoya yang kini telah memiliki 140 toko diseluruh indonesia.

About Us

Business Networking Group

Top Income References

x

got Questions

Proudly Powered by Blogger.